Cara Menghilangkan Bau Apek di Lemari Pakaian

main
04.08.2026

Cara Menghilangkan Bau Apek di Lemari Pakaian: Panduan Lengkap dari Sumber hingga Solusi

Membuka lemari pakaian seharusnya memberikan aroma yang bersih dan segar. Namun, tidak sedikit orang justru mencium bau apek yang menempel pada pakaian, rak, bahkan seluruh bagian dalam lemari. Kondisi ini bukan hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga menjadi tanda bahwa ada masalah kelembaban yang perlu segera ditangani.

Banyak orang mengatasi masalah ini dengan menyimpan kamper, pewangi lemari, atau parfum pakaian. Sayangnya, cara tersebut hanya menyamarkan bau untuk sementara. Setelah beberapa hari atau minggu, aroma apek biasanya akan muncul kembali karena sumber masalahnya belum benar-benar dihilangkan.

Pada dasarnya, cara menghilangkan bau apek di lemari pakaian harus dimulai dengan mengetahui penyebab utamanya. Bau apek bisa berasal dari lemari, pakaian, maupun kondisi ruangan yang terlalu lembab. Ketiga faktor tersebut saling berkaitan sehingga diperlukan penanganan yang tepat agar hasilnya lebih efektif dan tahan lama.

Mengapa Lemari Pakaian Bisa Bau Apek?

Sebelum mencari solusi, penting untuk memahami terlebih dahulu penyebab munculnya bau apek. Dengan mengetahui akar masalahnya, Anda tidak perlu terus-menerus menggunakan pewangi hanya untuk menutupi aroma yang tidak sedap.

Berikut beberapa penyebab yang paling sering terjadi.

1. Kelembaban Udara yang Terlalu Tinggi

Indonesia memiliki iklim tropis dengan tingkat kelembaban yang relatif tinggi sepanjang tahun. Saat musim hujan atau ketika sirkulasi udara di rumah kurang baik, kelembaban akan terperangkap di dalam lemari dan memicu pertumbuhan jamur maupun bakteri.

Semakin lembab kondisi lemari, semakin besar kemungkinan pakaian menyerap bau tidak sedap.

2. Pakaian Disimpan Sebelum Benar-Benar Kering

Kesalahan ini sering tidak disadari. Pakaian yang terlihat kering ternyata masih menyimpan sedikit kelembaban pada bagian lipatan, jahitan, atau kerah.

Saat langsung dimasukkan ke dalam lemari, sisa air tersebut akan meningkatkan kelembaban di ruang tertutup dan menjadi tempat ideal bagi jamur berkembang.

Akibatnya, pakaian bau apek setelah disimpan meskipun sebelumnya sudah dicuci menggunakan deterjen yang harum.

3. Lemari Jarang Dibersihkan

Debu, sisa serat kain, dan kotoran yang menumpuk dalam waktu lama dapat menjadi media tumbuh mikroorganisme.

Jika bagian dalam lemari tidak pernah dibersihkan, bau apek akan semakin sulit dihilangkan karena sumbernya terus berkembang.

Idealnya, bagian dalam lemari dibersihkan secara menyeluruh setiap tiga hingga empat bulan sekali.

4. Lemari Terlalu Penuh

Lemari yang dipenuhi pakaian hingga sesak membuat udara sulit bersirkulasi. Kondisi ini menyebabkan kelembapan terjebak di antara tumpukan pakaian sehingga aroma apek lebih cepat muncul.

Selain itu, pakaian juga lebih mudah kusut dan berisiko mengalami pertumbuhan jamur pada bagian yang jarang terkena udara.

5. Posisi Lemari Menempel pada Dinding Lembab

Banyak orang tidak menyadari bahwa tembok juga dapat menjadi sumber kelembaban. Jika bagian belakang lemari menempel langsung pada dinding yang lembab, uap air akan berpindah ke material lemari, terutama pada lemari berbahan kayu.

Dalam jangka panjang, kondisi ini membuat lemari baju bau apek meskipun bagian dalamnya rutin diberi pewangi.

Langkah Pertama: Identifikasi Sumber Bau Apek

Salah satu alasan mengapa bau apek terus muncul adalah karena penanganannya tidak sesuai dengan penyebabnya. Sebelum membersihkan lemari, lakukan diagnosis sederhana berikut.

1. Bau Berasal dari Lemari

Keluarkan seluruh isi lemari. Biarkan lemari kosong selama sekitar 30 menit hingga satu jam, kemudian tutup pintunya. Setelah beberapa saat, buka kembali.

Apabila aroma apek masih tercium meski tidak ada pakaian di dalamnya, berarti sumber utama berasal dari lemari.

Biasanya kondisi ini disebabkan oleh:

  • Jamur pada permukaan kayu
  • Debu yang menumpuk
  • Kelembaban tinggi
  • Ventilasi yang buruk

2. Bau Berasal dari Pakaian

Jika lemari kosong tidak berbau tetapi pakaian tetap mengeluarkan aroma apek, kemungkinan besar masalah berasal dari pakaian.

Hal ini sering terjadi karena:

  • Pakaian belum benar-benar kering saat disimpan
  • Pakaian terlalu lama tidak digunakan
  • Pakaian terkena jamur ringan
  • Sisa keringat yang belum hilang sempurna saat dicuci

3. Bau Berasal dari Ruangan

Perhatikan kondisi kamar secara keseluruhan. Jika bukan hanya lemari yang berbau, tetapi kasur, gorden, bantal, atau sofa juga terasa lembab, kemungkinan penyebab utamanya berasal dari kelembaban ruangan.

Biasanya kondisi ini ditemukan pada:

  • Kamar tanpa ventilasi
  • Rumah yang jarang mendapat sinar matahari
  • Ruangan dekat kamar mandi
  • Musim hujan yang berlangsung lama

Dalam situasi seperti ini, membersihkan lemari saja tidak akan memberikan hasil maksimal apabila kelembapan ruangan tidak ikut dikendalikan.

Cara Menghilangkan Bau Apek di Lemari Pakaian

Setelah mengetahui sumber masalahnya, Anda dapat mulai membersihkan lemari secara menyeluruh.

Langkah berikut terbukti lebih efektif dibandingkan sekadar menaruh pewangi.

1. Kosongkan Seluruh Isi Lemari

Keluarkan semua pakaian, kotak penyimpanan, tas, maupun aksesori. Dengan lemari dalam kondisi kosong, seluruh bagian dapat dibersihkan secara maksimal hingga ke sudut-sudut yang sering terlewat.

Sambil mengosongkan lemari, lakukan pengecekan pada pakaian. Pisahkan pakaian yang sudah berbau apek agar tidak kembali mengkontaminasi pakaian lain setelah lemari dibersihkan.

2. Bersihkan Seluruh Permukaan Lemari

Gunakan kain microfiber yang sedikit dibasahi dengan campuran:

  • 2 bagian air
  • 1 bagian cuka putih

Lap seluruh bagian lemari mulai dari:

  • Rak
  • Pintu
  • Sisi belakang
  • Laci
  • Sudut-sudut lemari
  • Hingga bagian bawah

Cuka putih membantu mengurangi pertumbuhan jamur sekaligus menetralisir bau yang menempel pada permukaan lemari.

Jika tidak memiliki cuka putih, Anda dapat menggunakan cairan pembersih khusus antijamur yang aman untuk material lemari.

3. Keringkan Lemari Secara Maksimal

Banyak orang langsung memasukkan kembali pakaian setelah selesai membersihkan lemari. Padahal langkah ini justru membuat kelembaban tertinggal di dalam lemari.

Biarkan pintu lemari terbuka selama beberapa jam hingga seluruh bagian benar-benar kering. Apabila memungkinkan, arahkan kipas angin ke dalam lemari agar proses pengeringan berlangsung lebih cepat.

4. Bersihkan Jamur yang Mulai Tumbuh

Jika terdapat bercak putih, hijau, atau hitam pada permukaan lemari, segera bersihkan sebelum jamur menyebar. Untuk noda ringan, gunakan campuran baking soda dan sedikit air hingga membentuk pasta.

Oleskan pada area yang berjamur, diamkan sekitar 15 menit, kemudian gosok perlahan menggunakan sikat berbulu halus. Setelah itu, lap menggunakan kain bersih dan pastikan area tersebut benar-benar kering.

Pada lemari kayu yang jamurnya sudah cukup parah, proses pengamplasan dan pelapisan ulang mungkin diperlukan agar jamur tidak tumbuh kembali.

Cara Mengatasi Baju Bau Apek di Lemari

Setelah lemari bersih, langkah berikutnya adalah memastikan pakaian yang disimpan juga bebas dari bau apek. Pasalnya, pakaian yang sudah terkontaminasi jamur atau bakteri dapat membuat bau tidak sedap kembali menyebar ke seluruh isi lemari.

Berikut beberapa cara yang bisa dilakukan sesuai tingkat keparahan baunya.

1. Jemur Pakaian di Tempat yang Mendapat Sinar Matahari

Jika bau apek masih tergolong ringan, cukup jemur pakaian di bawah sinar matahari selama beberapa jam. Sinar ultraviolet (UV) membantu mengurangi pertumbuhan bakteri dan jamur yang menjadi penyebab utama bau tidak sedap.

Namun, untuk pakaian berwarna gelap atau berbahan sensitif, hindari paparan sinar matahari terlalu lama karena dapat menyebabkan warna memudar. Sebagai alternatif, jemur di tempat yang teduh tetapi memiliki sirkulasi udara yang baik.

2. Cuci Ulang dengan Deterjen yang Tepat

Apabila pakaian bau apek setelah disimpan dalam waktu lama, sebaiknya lakukan pencucian ulang.

Gunakan deterjen yang mampu mengangkat bau hingga ke dalam serat kain, kemudian pastikan proses pembilasan berlangsung sempurna agar tidak ada residu deterjen yang tertinggal.

Residu sabun yang menumpuk justru dapat menjadi tempat berkembangnya bakteri sehingga pakaian kembali berbau setelah disimpan.

3. Pastikan Pakaian Benar-Benar Kering

Kesalahan yang paling sering terjadi adalah terburu-buru memasukkan pakaian ke dalam lemari. Walaupun permukaannya sudah terasa kering, bagian dalam kain yang tebal seperti jaket, jeans, sweater, atau handuk sering kali masih menyimpan kelembaban.

Pastikan pakaian benar-benar kering sebelum dilipat maupun digantung agar tidak menjadi sumber bau apek baru.

4. Gunakan Setrika Uap

Untuk pakaian yang hanya sedikit berbau karena lama disimpan, setrika uap dapat menjadi solusi praktis. Uap panas membantu mengurangi bakteri penyebab bau sekaligus membuat pakaian kembali rapi tanpa harus dicuci ulang.

Cara ini cocok diterapkan pada kemeja kerja, blazer, atau pakaian formal yang jarang digunakan.

5. Pisahkan Pakaian yang Sudah Terkena Jamur

Jika ditemukan bercak jamur pada pakaian, segera pisahkan dari pakaian lainnya. Jamur dapat menyebar melalui kontak langsung maupun kelembaban di dalam lemari. Semakin cepat dipisahkan, semakin kecil risiko seluruh isi lemari ikut terkontaminasi.

Cara Menghilangkan Bau Apek di Lemari Kayu

Dibandingkan material lain, lemari kayu paling rentan mengalami bau apek karena sifat kayu yang mudah menyerap kelembaban.

Oleh sebab itu, cara menghilangkan bau apek di lemari kayu membutuhkan perhatian lebih agar jamur tidak mudah tumbuh kembali.

1. Bersihkan Permukaan Kayu Secara Rutin

Lap bagian dalam lemari menggunakan kain lembut yang sedikit dibasahi campuran air dan cuka putih. Hindari menggunakan air secara berlebihan karena dapat meresap ke dalam pori-pori kayu dan memperburuk kelembapan.

2. Jangan Menutup Lemari Terus-Menerus

Sesekali biarkan pintu lemari terbuka selama beberapa jam. Cara sederhana ini membantu memperlancar sirkulasi udara sehingga kelembapan di dalam lemari berkurang. Kebiasaan ini sangat disarankan terutama saat musim hujan.

3. Gunakan Penyerap Kelembaban

Silica gel merupakan salah satu pilihan terbaik untuk lemari kayu. Selain itu, Anda juga dapat menggunakan arang aktif yang mampu menyerap kelembaban sekaligus mengurangi bau tidak sedap secara alami. Pastikan penyerap kelembaban diganti atau diregenerasi secara berkala agar tetap efektif.

3. Periksa Kondisi Kayu

Jika terdapat bagian kayu yang mulai menghitam, mengelupas, atau terasa lembek, kemungkinan kelembaban sudah merusak lapisan kayu. Segera lakukan perbaikan agar jamur tidak menyebar ke seluruh bagian lemari.

Cara Mengatasi Bau Apek Berdasarkan Jenis Lemari

Tidak semua lemari memiliki karakteristik yang sama. Oleh karena itu, metode perawatannya pun perlu disesuaikan dengan material yang digunakan.

1. Lemari Kayu

Karena mudah menyerap kelembaban, lemari kayu membutuhkan ventilasi yang baik serta pembersihan rutin. Gunakan penyerap kelembaban dan hindari meletakkan lemari langsung menempel pada dinding.

2. Lemari Besi

Lemari besi tidak menyerap air seperti kayu, tetapi rentan mengalami kondensasi apabila suhu ruangan berubah. Kondensasi dapat menyebabkan bagian dalam lemari terasa lembab dan memicu munculnya bau tidak sedap. Silica gel sangat efektif digunakan pada lemari jenis ini.

3. Lemari Plastik

Material plastik relatif tahan terhadap jamur, tetapi tetap dapat menyimpan aroma tidak sedap apabila jarang dibersihkan. Lap bagian dalam menggunakan cairan pembersih ringan, kemudian biarkan terbuka hingga benar-benar kering.

4. Lemari dengan Pintu Kaca

Jenis lemari ini biasanya memiliki sirkulasi udara yang lebih baik, tetapi tetap membutuhkan perawatan rutin. Jangan hanya membersihkan bagian kaca, tetapi juga rak, sudut, dan bagian belakang lemari yang sering luput dari perhatian.

Pengaruh Iklim Tropis terhadap Bau Apek di Lemari

Tinggal di negara beriklim tropis seperti Indonesia membuat masalah bau apek lebih mudah terjadi dibandingkan di negara dengan kelembaban rendah.

Kelembaban udara yang tinggi menyebabkan uap air lebih mudah terperangkap di dalam rumah, terutama pada ruangan yang minim ventilasi. Akibatnya, jamur berkembang lebih cepat dan memicu bau apek pada pakaian maupun lemari.

Beberapa kondisi yang membuat masalah ini semakin sering muncul antara lain:

  • Musim hujan yang berlangsung lama
  • Kamar tanpa jendela
  • Rumah yang jarang terkena sinar matahari
  • Penggunaan ac tanpa sirkulasi udara yang baik
  • Serta posisi lemari yang menempel pada tembok luar bangunan

Jika kondisi rumah memang cukup lembab, pertimbangkan menggunakan dehumidifier untuk menjaga kelembaban ruangan tetap ideal. Selain membuat lemari lebih kering, alat ini juga membantu menjaga kualitas udara di dalam rumah.

Penyerap Bau dan Kelembaban yang Efektif untuk Lemari

Selain menjaga kebersihan lemari, penggunaan penyerap kelembaban dapat membantu mencegah bau apek muncul kembali.

Berikut beberapa pilihan yang cukup efektif.

Bahan

Fungsi

Waktu Penggantian

Silica Gel

Menyerap kelembaban

1–2 bulan

Arang Aktif

Menyerap bau dan kelembaban

2–3 bulan

Baking Soda

Menetralisir bau

1 bulan

Kapur Barus

Mengurangi serangga dan memberi aroma

Sesuai masa pakai

Kopi Bubuk

Menyerap bau ringan

2 minggu

Kulit Jeruk Kering

Memberikan aroma segar

2–3 minggu

Perlu diingat, bahan-bahan tersebut hanya membantu menjaga kesegaran lemari. Jika sumber bau berasal dari jamur atau pakaian yang lembab, penyebab utamanya tetap harus diatasi terlebih dahulu.

Kesalahan yang Membuat Lemari Baju Bau Apek Terus Kembali

Setelah berhasil membersihkan lemari, bukan berarti masalah selesai. Tanpa disadari, beberapa kebiasaan sehari-hari justru membuat bau apek kembali muncul dalam waktu singkat.

Berikut kesalahan yang paling sering dilakukan.

1. Menyimpan Pakaian yang Masih Lembab

Ini merupakan penyebab utama lemari baju bau apek. Meskipun pakaian terasa hampir kering, sisa kelembaban pada serat kain tetap dapat meningkatkan kadar air di dalam lemari. Lama-kelamaan, kondisi tersebut menjadi lingkungan ideal bagi pertumbuhan jamur dan bakteri.

Tips:Pastikan pakaian benar-benar kering, terutama pada bagian kerah, lipatan, saku, dan jahitan sebelum disimpan.

2. Menggantung Pakaian Bekas Pakai ke Dalam Lemari

Banyak orang menggantung kembali jaket, kemeja, atau celana yang baru dipakai karena merasa masih bersih. Padahal, pakaian tersebut telah menyerap keringat, debu, polusi, dan kelembaban dari luar ruangan.

Jika langsung dimasukkan ke lemari, kelembaban tersebut akan mempengaruhi pakaian lain yang masih bersih.

Tips:Angin-anginkan pakaian bekas pakai selama beberapa jam sebelum dimasukkan kembali ke dalam lemari.

3. Lemari Terlalu Penuh

Lemari yang dipenuhi pakaian hingga tidak memiliki ruang kosong membuat udara sulit bersirkulasi. Akibatnya, kelembaban terperangkap di sela-sela pakaian sehingga bau apek lebih mudah muncul.

Idealnya, sisakan ruang sekitar 20–30% di dalam lemari agar udara tetap dapat bergerak dengan baik.

4. Hanya Mengandalkan Pewangi Lemari

Pewangi memang memberikan aroma yang menyenangkan, tetapi tidak mampu menghilangkan jamur maupun bakteri penyebab bau.

Bahkan, jika sumber masalah belum diatasi, perpaduan antara aroma pewangi dan bau apek justru menghasilkan bau yang kurang sedap. Gunakan pewangi hanya sebagai pelengkap setelah lemari benar-benar bersih dan kering.

5. Jarang Membersihkan Lemari

Debu, serat kain, dan kelembaban akan terus menumpuk apabila lemari tidak pernah dibersihkan. Lakukan pembersihan menyeluruh setidaknya setiap 3–4 bulan atau lebih sering jika rumah berada di lingkungan yang lembab.

Cara Mencegah Bau Apek Muncul Kembali

Mencegah tentu lebih mudah daripada menghilangkan bau apek yang sudah terlanjur muncul. Berikut beberapa langkah sederhana yang bisa Anda lakukan.

1. Bersihkan Lemari Secara Berkala

Lap seluruh permukaan bagian dalam lemari menggunakan kain bersih dan pastikan tidak ada debu yang menumpuk. Selain menjaga kebersihan, langkah ini juga membantu mendeteksi lebih awal jika mulai muncul tanda-tanda jamur.

2. Gunakan Penyerap Kelembaban

Silica gel, arang aktif, atau dehumidifier dapat membantu menjaga kelembaban di dalam lemari tetap stabil. Periksa secara berkala dan ganti apabila daya serapnya mulai berkurang.

3. Berikan Ruang Antar Pakaian

Hindari menumpuk pakaian terlalu rapat. Sirkulasi udara yang baik membantu menjaga pakaian tetap kering sekaligus mengurangi risiko munculnya bau apek.

4. Buka Lemari Secara Berkala

Luangkan waktu beberapa menit setiap minggu untuk membuka pintu lemari. Cara sederhana ini membantu pertukaran udara sehingga kelembapan tidak terjebak terlalu lama.

5. Perhatikan Kondisi Ruangan

Jika kamar terasa pengap atau lembab, jangan hanya fokus pada lemari. Perbaiki ventilasi, buka jendela pada pagi hari, atau gunakan exhaust fan maupun dehumidifier agar kelembaban ruangan tetap terkontrol.

Kapan Bau Apek Harus Ditangani Secara Profesional?

Tidak semua baju bau apek di lemari dapat diatasi dengan cara rumahan. Pada beberapa kondisi, bau tidak sedap sudah meresap hingga ke dalam serat kain sehingga sulit hilang meskipun pakaian dicuci berulang kali.

Anda sebaiknya mempertimbangkan penanganan profesional apabila:

  • Bau apek tetap muncul setelah beberapa kali dicuci.
  • Terdapat bercak jamur pada pakaian.
  • Pakaian berbahan wol, sutra, linen premium, atau bahan sensitif lainnya.
  • Blazer, jas, gaun, atau pakaian formal mulai mengeluarkan aroma lembap.
  • Pakaian disimpan terlalu lama di tempat yang lembab, misalnya setelah banjir atau kebocoran rumah.

Penanganan yang tepat tidak hanya menghilangkan bau, tetapi juga membantu menjaga bentuk, warna, dan kualitas serat kain.

aQualis Fabricare, Solusi untuk Pakaian yang Sudah Terlanjur Bau Apek

Apabila berbagai cara rumahan belum berhasil menghilangkan bau apek pada pakaian, penanganan profesional dapat menjadi pilihan yang lebih aman, terutama untuk pakaian berbahan premium atau bernilai tinggi.

Sebagai layanan perawatan pakaian profesional, aQualis Fabricare menghadirkan proses pencucian yang tidak hanya membersihkan noda, tetapi juga membantu mengatasi bakteri dan jamur penyebab bau hingga ke dalam serat kain.

Beberapa keunggulan layanan aQualis Fabricare antara lain:

  • AntiBacterial Guardmembantu mengurangi bakteri dan jamur penyebab bau tidak sedap pada pakaian.
  • GreenChemicalmenggunakan bahan pembersih yang efektif mengangkat kotoran sekaligus lebih ramah terhadap serat kain.
  • GreenSoftener™membantu menjaga kelembutan pakaian sehingga tetap nyaman digunakan.
  • Moisture Control™membantu mengurangi kelembaban yang tersisa pada serat kain sehingga risiko bau apek kembali muncul dapat diminimalkan.
  • Green Dry Cleandengan teknologi liquid silicone menjadi pilihan tepat untuk pakaian berbahan sensitif yang memerlukan perawatan khusus.

Selain itu, aQualis Fabricare juga menyediakan layanan antar jemput gratisuntuk minimal dua item sehingga pelanggan dapat menikmati layanan yang lebih praktis tanpa harus datang langsung ke outlet.

Dengan perawatan yang tepat, pakaian tidak hanya kembali bersih dan segar, tetapi juga lebih awet untuk digunakan dalam jangka panjang.

Temukan Outlet aQualis Fabricare Terdekat di Kota Anda

aQualis Fabricare hadir dengan jaringan outlet yang tersebar di berbagai kota di Indonesia sehingga Anda dapat lebih mudah menemukan layanan laundry terdekat.

Layanan tersedia di berbagai wilayah, antara lain:

Untuk mengetahui alamat lengkap, jam operasional, serta outlet yang paling dekat dengan lokasi Anda, silakan kunjungi halaman Lokasi aQualis Fabricare.

Baca Juga :  Cara Mencuci Selimut dan Handuk agar Tetap Bersih

FAQ

Bagaimana cara menghilangkan bau apek di lemari pakaian?

Bersihkan seluruh bagian dalam lemari, keringkan hingga tidak lembab, gunakan penyerap kelembaban seperti silica gel, serta pastikan pakaian yang disimpan benar-benar kering.

Kenapa baju bau apek di lemari padahal sudah dicuci?

Biasanya karena pakaian masih menyimpan kelembaban saat disimpan, sirkulasi udara di dalam lemari kurang baik, atau kondisi ruangan terlalu lembab sehingga jamur dan bakteri berkembang.

Apa penyebab lemari baju bau apek?

Penyebabnya antara lain kelembaban tinggi, lemari yang jarang dibersihkan, pakaian yang belum kering saat disimpan, serta posisi lemari yang menempel pada dinding lembab.

Bagaimana cara menghilangkan bau apek di lemari kayu?

Bersihkan menggunakan kain lembut dan larutan cuka putih, pastikan lemari benar-benar kering, gunakan silica gel atau arang aktif, serta beri jarak antara lemari dan dinding agar sirkulasi udara lebih baik.

Apakah kamper bisa menghilangkan bau apek?

Kamper lebih berfungsi memberikan aroma dan membantu mengusir serangga. Untuk menghilangkan bau apek secara menyeluruh, Anda tetap perlu membersihkan sumber penyebabnya.

Seberapa sering lemari pakaian perlu dibersihkan?

Idealnya setiap tiga hingga empat bulan sekali. Jika rumah berada di lingkungan yang lembab, pembersihan dapat dilakukan lebih sering.

Mengapa pakaian bau apek setelah disimpan lama?

Karena kelembaban terperangkap di dalam lemari atau serat kain sehingga memicu pertumbuhan bakteri dan jamur penyebab bau.

Kapan pakaian yang bau apek sebaiknya dibawa ke laundry profesional?

Jika bau tidak hilang setelah dicuci, muncul jamur pada kain, atau pakaian berbahan sensitif seperti wol, sutra, jas, blazer, maupun gaun yang memerlukan penanganan khusus.

 

 

 

 

Bagikan
Facebook
Linkedin
Twitter
Whatsapp
E-mail
Copy Link

iconGratis Layanan Antar-jemput

Antar jemput minimal 2 items